HAFAL QUR’AN USIA DINI

Admin Kamis, 11/06/2015 Umum 746 hits

HAFAL QUR’AN USIA DINI 

( Konsep Pendidikan Al-Qur’an Yang Diabaikan)

Bismillah Was Sholaatu Was Salaamu ‘Alaa Rasulillaah, Wa Ba’du…

Imam Syafi’I –Rahimahullah- diserahkan oleh ibunya untuk menghafal al-Qur’an pada usia 4 tahun, dan hafal al-Qur’an di usia 7 tahun. 

Imam Nawawi –Rahimahullah- diantar oleh ayahnya ke Maktab Rawahiyah untuk menghafal al-Qur’an pada usia 9 tahun, dan hafal al-Qur’an sebelum balighnya. 

Ibnu Hajar al-‘Atsqalani disekolahkan ke Maktab untuk menghafal al-Qur’an pd usia 5 tahun, dan khatam al-Qur’an pada usia 9 tahun. 

Imam Ibnul Jazaariy –Rahimahullah- selesai menghafal al-Qur’an pada usia 13 tahun. 

Dan masih banyak lagi para ulama kita dari kalangan shalafus shalih yang membuka perjalanan ilmu mereka dengan menghafal al-Qur’an sejak usia dini dan mengkhatamkannya sebelum masuk usia baligh.

Mengapa? Karena orang tua para Shalafus Shalih kita sangat faham dan mengerti bagaimana cara mempersiapkan anak-anak mereka menjadi orang-orang besar dizamannya nanti. Ibarat tanah yang subur, maka tanah tersebut harus dipersiapkan benar-benar agar dapat ditanami dan menghasilkan tanaman yang berkualitas.

Mendidik anak-anak kita untuk mampu menghafal al-Qur’an diusia dini adalah sebuah persiapan yang sangat baik sebelum mereka mempelajari ilmu-ilmu lainnya. Bahkan para ulama kita terdahulu, tidak menyukai seseorang yang ingin belajar ‘Uluum syar’I, tetapi belum menyelesaikan hafalan al-Qur’an. 

Diriwayatkan, Imam al-Auza’i –Rahimahullah- pernah didatangi oleh seseorang yang ingin belajar fiqih kepadanya. Maka beliau menanyakan terlebih dahulu tentang hafalan al-Qur’an yg dimiliki oleh orang tersebut. Imam Auza’I pun menyuruhnya membacakan surah An-Nisaa ayat ke 11.

?????? ???? ?? ??????...

Orang tersebut tidak mampu melanjutkan ayat tersebut, lalu Imam Auza’I pun menyuruhnya kembali untuk menyelesaikan al-Qur’an terlebih dahulu. ( Kaifa Tahfadzul Qur’an, yahya bin Abdurrazaaq al-Ghautsani hal. 25)

Subhaanallaah, semoga Allah memberikan kita Taufik-Nya untuk mengikuti jejak para Shalafus Shalih dalam mengajarkan al-Qur’an kepada anak-anak kita. Wallahu Ta’alaa A’lam..

????????????????

: tanpa label

Hapus File Secara Permanen

Minggu, 01/05/2005

Jajak Pendapat

Informasi yang disajikan dalam situs ini menurut Anda ?

Kolom Guru

  • Data tidak atau belum tersedia.

MUTIARA HADIST

Aku Adalah Menurut Persangkaan Hamba-Ku Kepada-Ku.Dan Aku Bersamanya Sepanjang Ia Ingat Kepada-Ku. Jika Ia Menyebut-Ku Dalam Dirinya, Maka Aku Menyebutnya Dalam Diri-Ku. Ketika Ia Menyebut-Ku Ditengah-tengah Sekelompok Orang, Maka Aku Menyebutkannya Di Tengah-tengah Kelompok Yang Lebih Baik Dari Mereka (kelompok Malaikat). Optimis Dan Positive Thingkinglah Kepada Allah !